SETAHUN DAMPAK PANDEMI COVID-19 PADA PENDIDIKAN KOTA TANGGAREANG SELATAN

Opini 10 Maret 2021
Penulis: Dede Muhtar Safari., S.Pd., M.Pd.

Dosen Universitas Pamulang

woman having a video call
Photo by Edward Jenner on Pexels.com

Opini– Setahun pandemi covid-19 di Indonesia belum juga reda, penyebaran covid-19 mengakibatkan resesi dan berdampak berbagai aspek kehidupan masyarakat. Untuk meminimalisasi penyebaran covid-19, pemerintah masih menginstruksikan gerakan kerja dari rumah atau Work from Home (WFH). Keadaan ini mengharuskan masyarakat menguruangi atau membatasi kegitan di luar rumah. Harapanya, program pemerintah untuk meminimalisasi atau bahkan memutusan rantai penyebaran covid-19 dapat teraksana. 

Bertolak dari hal tersebut, WFH juga berdampak pada dunia pendidikan. Keadaan ini menyebabkan Dinas Pendidikan Daerah Kota Tangerang Selatan dan daerah lain menerapkan silabus dan rpp darurat. Akhirnya, berbagai alternatif metode pembelajaran seperti pembelajaran secara daring atau online learning pun diterapkan. Pada awal penerapannya, banyak siswa yang menanggapi kelas daring ini dengan baik. Namun, setelah implementasi pembelajaran secara daring, para siswa justru mengalami kesulitan, jenuh dalam belajar, serata berdamak terhadap psikologis. Keadaan itu justru menurunkan mutu pembelajaran bagi para siswa serta mutu kegitan belajar mengajar.

Pembelajaran daring di Indonesia khususnya Kota Tangerang Selatan telah dilaksanakan sejak bulan Maret 2020. Selama pelaksanaannya, pembelajaran daring tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. Tanpa persiapan yang matang, belajar di rumah harus dilakukan demi mengantisipasi penyebaran Covid-19. Akibatnya, proses belajar mengajar guru dan siswa secara daring mengalami berbagai kendala. Kendala pembelajaran daring ini dialami seluruh sekolah Kota Tangerang Selatan dan salah satunya di SMK Arraisyah.

 Pembelajaran daring di SMK Arraisyah tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan oleh pemerintah. banyak hambatan yang dialami oleh siswa atau guru mata pelajaran dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Kendala yang nyata dialami oleh guru dan siswa di antaranya akses internet tidak lancar, gawai mendukung untuk akses aplikasi belajar online, kuota yang terbatas, kurang perhatian orang tua, dan bahkan ada yang masih gagap teknologi. Walaupun demikian, pihak sekolah dalam hal ini guru mata pelajaran tidak berputus asa dalam melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh. pembelajaran jarak jauh masih terus di lakukan hingga sampai adanya edaran dari pemerintah agar sekolah sudah bisa dibuka kembali dan proses pembelajaran bisa seperti biasanya.

Kendala yang dialami guru dan siswa SMK Arraisyah tersebut tentu memiliki alternatif solusi yang bisa dilakukan. Guru SMK Arraisyah memaksimalkan proses pembelajaran jarak jauh seperti memberikan tugas proyek sederhana dan terintegrasi sehingga siswa tidak merasa jenuh dan terbebani. Pengumpulan tugas siswa dikerjakan di rumah dan akan dikumpulkan pada waktu yang ditentukan, bisa sinkronis atau asinkron. Pembelajaran terintegrasi ini bisa melalui satu tema tugas untuk berbagai mata pelajaran. Tentu strategi pembelajaran di masa pendemi ini masih banyak cara lain untuk melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh meski tidak harus mengikuti buku paket siswa dari pemerintah.

Sistem pembelajaran jarak jauh seperti permasalahan di atas masih menjadi beban para guru, orang tua, dan siswa. Pemerintah perlu memperhatikan kondisi ekonomi orang tua dan siswa yang terdampak pandemi Covid-19. Jika sistem pembelajaran daring masih menjadi pilihan, maka pembelajaran daring yang dilaksanakan harus ada pendampingan dan pengawasan oleh Dinas Pendidikan Kota Tanerang. Keadaan ini karena pembelajaran jarak jauh dalam beberapa bulan terakhir belum benar-benar efektif. Untuk itu, evaluasi secara komprehensif perlu dilakukan baik pemerintah atau stakeholder yang ada. Selanjutnya, pihak sekolah, komite sekolah, tokoh masyarakat, para orang tua, wali murid serta Dinas Pendidikan perlu melakukan kajian secara bersinambungan agar kualitas pendidikan tidak merosot. Hal ini sangat urgen karena pendidikan adalah investasi jangka panjang menyangkut masa depan bangsa dan negara. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Habit (Kebiasaan) Dapat Merubah Mindset (Pola Pikir)

Rab Apr 14 , 2021
OPINI 09 APRIL 2021Penulis: Oktavian Aji Tyas AzisMahasiswa Teknik Informatika Universitas Pamulang Opini– Malas. Kata tersebut adalah musuh besar bagi kebanyakan orang di dunia ini, termasuk saya. Malas sendiri adalah sebuah proses pengambilan keputusan untuk tidak melakukan usaha apa pun. Malas dapat menjadi bumerang bagi diri kita sendiri, karena dengan […]
calm small ginger girl sitting on table and using smartphone in light living room

You May Like