Mana yang Lebih Penting? Pendidikan Berbasis Karakter atau Pendidikan Berbasis Akademik?

OPINI 16 APRIL 2021
Penulis: Rafly Taqwa Ramadhan

Mahasiswa Prodi Teknik Informatika Universitas Pamulang

teacher asking a question to the class
Photo by Max Fischer on Pexels.com

Opini– Sebagaimana kita ketahui bahwa kehidupan manusia tak lepas dari pendidikan. Dalam Undang-Undang No 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi kehidupan seseorang, karena dengan pendidikan seseorang dapat meraih cita-cita yang diinginkan. Pendidikan merupakan salah satu indeks pembangunan dan elemen pengukur maju tidaknya sebuah negara. Pendidikan adalah hal pokok yang akan menopang kemajuan suatu bangsa. Tanpa pendidikan, suatu negara akan jauh tertinggal dari negara lain. Bahkan ada peribahasa “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat” dan peribahasa “Tuntut lah ilmu walau harus ke negeri Cina”. Dari Peribahasa di atas, seharusnya kita sadar mengenai pentingnya pendidikan. Pendidikan saat ini sudah menjadi kebutuhan utama tiap manusia. Terlebih negara kita sangatlah luas dan memiliki banyak sumber daya manusia.

person in white shirt with brown wooden frame
Photo by cottonbro on Pexels.com

Namun, dewasa ini pendidikan di Indonesia sedang dihadapkan dengan persoalan pelik berkaitan dengan perilaku buruk pada siswanya. Seringkali ditemui perilaku buruk siswa yang berani menantang guru maupun teman sebaya yang akhirnya berujung pada tindakan perkelahian dan tindakan kekerasan fisik. Perilaku buruk siswa yang demikian dinilai sebagai salah satu kegagalan sistem pendidikan di Indonesia. Pendidikan di Tanah Air selama ini dianggap hanya mengandalkan nilai akademisi semata dibandingkan pendidikan karakter siswa. Dengan kata lain, pendidikan yang diajarkan di sekolah secara umum masih kurang mempelajari pentingnya adab atau pengembangan karakter.

Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2017, Pendidikan Karakter adalah pendidikan yang meliputi penanaman nilai-nilai karakter yang meliputi komponen religius, nasionalisme, gotong royong dan integritas. Dengan demikian, pendidikan karakter ini sangat dibutuhkan dan harus diutamakan untuk mendorong siswa menjadi manusia yang berakhlak, memiliki hati yang mulia dan berbudi pekerti. Jika pendidikan karakter tidak diberikan kepada peserta didik, maka peserta didik akan kehilangan karakter-karakter tersebut dan tidak menutup kemungkinan anak akan lebih mudah terbawa oleh arus globalisasi.

brother and sister with books on their heads
Photo by olia danilevich on Pexels.com

Akan menjadi percuma apabila anak atau peserta didik hanya menerima pendidikan yang bersifat akademik di lembaga pendidikan, sedangkan pendidikan karakter tidak mereka dapatkan. Menurut penulis, keduanya harus berjalan secara beriringan. Karena di satu sisi peserta didik sangat membutuhkan pembelajaran akademis yang akan mengantarkan mereka pada kemampuan-kemampuan intelektual, sedangkan di sisi lain pendidikan karakter juga penting bagi peserta didik supaya di samping memiliki ilmu akademik mereka juga memiliki pengetahuan, kesadaran dan kemauan untuk melaksanakan nilai-nilai karakter seperti baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, dan terhadap lingkungan.

Berdasarkan uraian di atas, maka sudah saatnya setiap lembaga pendidikan di Indonesia selain menerapkan pendidikan berbasis akademik, juga turut menerapkan pendidikan karakter. Pendidikan karakter ini dapat diimplementasikan di sela-sela mata pelajaran akademik. Dengan demikian, sistem pendidikan di Indonesia dapat melahirkan manusia yang cerdas di bidang akademik sekaligus mampu menguatkan komponen karakter religius, nasionalisme, gotong royong dan integritas di dalam diri peserta didik sehingga mereka bisa menjadi manusia yang baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, dan terhadap lingkungan. Jadi, pertanyaan mana yang lebih baik antara pendidikan berbasis karakter dengan pendidikan berbasis akademik dapat terjawab. Sesungguhnya, kedua pendidikan tersebut sama-sama penting. Pendidikan yang ideal adalah pendidikan yang melahirkan karakter peserta didik yang baik dan akademik yang juga baik.

Siswa memang unik. Makin unik lagi yang meributkan mana yang terbaik buat siswa adalah kita. Dari berbagai diskusi dengan sejumlah pihak, memang makin mengerucut bahwa keseimbangan pendidikan dan pengajaran dari semua sisi itu menjadi jawaban terbaik. Ideal. Karakter bagus, akademik memadai, dan potensi kecakapan khusus setiap anak tergali .Proses terbentuknya pendidikan karakter

Kegiatan pembentukan/pengembangan nilai-nilai karakter tersebut membutuhkan pendekatan sistem agar dapat mencapai tujuan dan sasaran secara efektif. Pendidikan karakter yang diintegrasikan dalam pembelajaran berbagai bidang studi dapat memberikan pengalaman yang bermakna bagi siswa karena mereka memahami, menginternalisasi dan mengaktualisasikannya melalui proses pembelajaran. Dengan demikian, nilai-nilai karakter tersebut dapat terserap secara alami lewat kegiatan sehari-hari, maka pembentukan/ pengembangan nilai-nilai karakter lebih efektif.

Sebagai suatu sistem pendidikan, maka dalam pendidikan karakter juga terdiri dari unsur-unsur pendidikan yang selanjutnya akan dikelola melalui bidang-bidang perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. Unsur-unsur pendidikan karakter yang akan direncanakan, dilaksanakan dan dikendalikan atau diawasi tersebut, antara lain meliputi:

  1. karakter kompetensi lulusan
  2. muatan kurikulum nilai-nilai karakter
  3. nilai-nilai karakter dalam pembelajaran
  4. nilai-nilai karakter pendidikan dan tenaga kependidikan
  5. nilai-nilai karakter pembinaan kepesertadidikan

Di setiap elemen terlihat sangat antusias dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai kepala sekolah, guru (wali kelas, guru mata pelajaran dan guru BP/BK), siswa/siswai, dan sebagai warga lembaga pendidikan formal dan terstruktur dalam rangka mencapai tujuan sesuai perencanaan pendidikan karakter. Oleh karena itu, agar tidak menyimpang dari tujuan, maka sangat penting melalui perencanaan, bagaimana memvisualisasi pendidikan karakter, melihat ke depan guna merencanakan suatu pola tindakan dalam mewujudkan mutu lulusan.

Teori Hanson & Owen, bahwa mutu lulusan, sebagaimana dalam penjelasannya: “quality is intellectual and manual skills, powers of reason and analysis, values, attitudes and motivation, creativity, communication skills sense of social responsibility and understanding of the world.” Kualitas berkaitan dengan aspek intelektual, keterampilan manual, kekuatan nalar dan analisis, nilai, sikap, motivasi, kreativitas, keterampilan komunikasi, apresiasi kultural, memiliki tanggung jawab sosial serta memahami kebutuhan dunia.

Pendidik  dan  orang  tua  harus  memperhatikan  perkembangan  anak dan peserta didik secara Seimbang, baik  dari  pendidikan  akademik,  sosial  maupun  emosinya.  Pendidikan  formal  selama  ini lebih  menekankan  pada  pendidikan  akademik  dan  belum  menyeimbangkan dengan pendidikan karakter.  Anak/serta didik  hanya  dipersiapkan  untuk  mendapatkan  nilai  yang  bagus  di  bidang  akademik dan tidak  dilatih,  serta  ditanamkan  karakter  yang  baik  agar  dapat  menjalani  dan  siap menghadapi kehidupan.

Pendidikan  yang  mengutamakan  pendidikan  akademik  akan  menghasilkan  siswa  yang cerdas  saja, tanpa  mempunyai  moral  yang  baik. Kondisi  ini  akan  membuat  karakter  generasi penerus   bangsa   menjadi   hancur.   Karakter   merupakan   proses   pembelajaran   dalam indicator pencapaian   perkembangan   anak.  

Maka   pendidikan   tidak   hanya   mengutamakan   pendidikan  akademik  saja.  Maju  mundurnya  suatu  negara  tergantung  pada  moral  atau  karakter  generasi penerusnya. siswa belajar  menyerap  ilmu  pengetahuan  (akademik)  dan  belajar  berkaitan  dengan  perbuatan  yang  baik  (karakter).  Pendidikan karakter adalah pendidikan moral yang menyentuh ranah kognitif, efektif dan psikomotorik peran guru yang semestinya ditiru oleh semua peserta didik merupakan sesuatu yang sangat menentukan, krusial, dan esensial bagi peserta didik. Secara keseharian pertemuan dan komunikasi antara guru dan siswa sangat intens dan sudah terpola sesuai penjadwalan, maka sebaiknya guru melambangkan visualisasi nilai-nilai pendidikan yang semestinya diimpikan oleh peserta didik sebagai petunjuk dalam keseharian, maka dari itu peserta didik sebenarnya adalah individu yang kritis,  kreatif,  demokratis, dan mendambakan seorang figur yang ideal.

Mereka hanya menginginkan tokoh panutan yang dapat diikuti dalam hidup keseharian bagi setiap orang dibidangnya  dan itu lebih bermakna, baik dari sisi petunjuk cara berpikir, menyikapi sesuatu, dan mencontohkan sesuatu yang baik dan benar. Terutama bagi pendidikan anak sangat efektif dengan peniruan pengajaran ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pelatihan Literasi untuk Kesejahteraan di Komunitas 1001buku Pamulang Tangerang Selatan melalui Media Daring

Jum Apr 16 , 2021
Tangsel, tangseldaily.com- Pengenalan  literasi keuangan perlu dilakukan sejak usia dini. Hal ini lah yang menjadi ketertarikan untuk kami melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di komunitas 1001 Buku. Komunitas 1001 Buku disinggahi oleh anak-anak usia sekolah dasar. Di mana di usia tersebut anak sangatlah mudah untuk dibentuk pola pikir dan kebiasaannya […]

You May Like