Gapai Bahagia dengan Berbagi di Bulan Suci

Tausyiah oleh: Ustad Amanudin, S.Pd, MM.

Ramadhan adalah bulan yang agung, penuh berkah, maghfiroh, dan bulan yang sangat mustajab untuk berdoa memohon apapun hajat kita. Hima Pendidikan Ekonomi Universitas Pamulang di Bulan Ramadhan 1444-H telah melaksanakan buka bersama dengan para Yatama dari Pesantren Khalifatul Rosul, sekaligus memberikan sedikit santunan. Dalam kesempatan tersebut diawali sambutan oleh Bapak Heri Indra Gunawan, S.Pd., MPD, selanjutnya  Tausiah jelang berbuka yang disampaikan oleh Amanudin, S.Pd., MM. CMBT. Prolog tausiah disampaikan tentang rasa syukur atas nikmat Alloh SWT yang tetap terlimpahkan kepada kita semua, terutama nikmat Iman, Islam, sehat wal-afiat sehingga dapat berkumpul dalam rangka acara ini. Syukur nikmat atas Iman Islam, salah satunya kita masih dipertemukan kembali di bulan suci Ramadhan 1444-H ini merupakan wujud do’a kita tahun yang lalu diqobul Oleh Alloh SWT yaitu “Allohumma fi Rojaban, wa Sya’bana, wa Balighna Romadhona”, karena berapa banyak Saudara kita, teman kita yang tidak dipertemukan kembali bulan Ramadhan tahun ini, alias telah dipanggil Alloh SWT, untuk itu mari kita optimalkan moment Ramadhan ini untuk Ibadah (magdoh, ghoiru magdhoh) sebagai wujud hubungan vertikal kepada sang pencipta, selanjutnya Amaliah secara optimal sebagai wujud hablum minannas yaitu menjalin silaturahmi sesama makluk bukan saja manusia (jangan putuskan silaturahmi), dalam bentuk shodaqoh, memberi makan saudara kita yang berpuasa (akan mendapat pahala sama dari orang tersebut tanpa mengurangi sedikitpun), jika dua komponen tersebut tertunaikan, maka hati akan tenang dan gembira. Prolog kedua, kita adalah umat terakhir di jagad raya ini yaitu umat Nabi Muhammad SAW. Rasulullah SAW dalam haditsnya yang diriwayatkan Tirmidzi dari Ali bin Abi Thalib RA.Rasulullah SAW bersabda, ” Orang yang sangat pelit adalah orang yang ketika namaku disebut di sampingnya, ia tidak mau membaca shalawat kepadaku.” Ini motivasi penting, karena nanti diakhir zaman setelah purna kehidupan dunia, kita akan memasuki fase kurang lebih 5 kehidupan lagi, ALAM KUBUR/BARZAH, ALAM MAHSYAR (Yaumil Mizan, Yaumil Hisab, Penerimaan Rapot Kehidupan), SYIRAT, SURGA, NERAKA. Proses ini sangaaaaat panjang berbeda waktu di dunia dan waktu di akherat (satu hari di akhirat = 1000 tahun di dunia), singkat cerita hari itu tiada yang bisa memberi pertolongan/syafaat, kecuali dari Rosul kita Muhammad SAW, bahkan para umat nabi-nabi sebelumnya *) (Nabi Adam, Nabi Idris, Nabi Nuh, Nabi Hud, Nabi Sholeh dll) akan meminta pertolongan kepada Nabi Kita. Inilah pentingnya kita sebagai umatnya kiranya wajib bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Firman Alloh dalam QS. Al Ahzab ayat 56, menyebutkan “bahwa Allah SWT dan para malaikat bershalawat untuk Nabi Muhammad SAW”, masa kita sebagai umatnya tidak mau berhalawat kepada Kanjeng Nabi..?.

Shoimin Shoimat yang berbahagia, untuk menggapai surganya Allah SWT banyak sekali ajaran dan amalan dari yang ringan sampai yang berat, tetapi perlu ketahui bahwa masuk surga itu karena RIDHO ALLAH, maksudnya tidak jaminan karena ibadahnya banyak amalnya banyak itu akan masuk surga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Degradasi Ke-Indonesia-an

Ming Jun 18 , 2023
OpiniPenulis: Amanudin, S.Pd, MM.Dosen Universitas Pamulang Negara Indonesia yang kita cintai merupakan wilayah yang alamnya sangat indah, dihuni oleh berbagai suku, agama, adat dan budaya, terdiri dari pulau-pulau yang dipisahkan oleh laut dan selat, masyarakatnya dikenal sangat ramah dan bermoral. Namun akhir-akhir ini gejolak yang terjadi seperti maraknya tawuran, bullying, […]
motor boat near dock during sunset

You May Like