Keterkaitan Filsafat dengan Etika

OPINI

09-05-2024

Oleh: Sardhita Rahmahrani Syom

Universitas Budi Luhur

a woman in black blazer talking on the phone while looking at the documents on the table
Photo by Pavel Danilyuk on Pexels.com

Hubungan Filsafat dan Etika membahas tentang baik buruknya nilai, dan etika juga merupakan cabang filsafat yang membentuk nilai sebagai nilai moral. Etika juga muncul dari perilaku sosial berdasarkan tradisi  individu atau kelompok. Pada hakikatnya etika membahas tentang pertimbangan baik, buruk, moral atau non moral dalam kehidupan manusia.

Etika dan moralitas memiliki perbedaan. Jika moralitas menitikberatkan pada  tindakan atau perbuatan yang dievaluasi atau sistem pertimbangan moral yang benar dan salah, maka etika membahas pertimbangan yang lebih mendalam mengenai sistem nilai (moral).  Oleh karena itu, penting untuk menerapkan etika dan moral yang benar dalam kehidupan kita agar kehidupan kita  lebih teratur.

Etika juga memiliki 2 jenis yaitu:

  1. Etika Deskriptif

Fokus pada kajian ajaran moral yang berlaku dan membahas persoalan baik buruknya perilaku manusia dalam hidup berdampingan.

Misalnya dalam kehidupan sehari-hari pasti ada yang mengajarkan kita harus memiliki tata krama berhubungan dengan orang yang lebih tua dari kita

  1. Etika Normatif

Sesuatu Mempelajari doktrin norma baik dan jahat, sebenarnya tidak perlu memberikan alasan rasional terhadap doktrin tersebut jadi pikirkanlah mengapa hal itu perlu terjadi.

Misalnya dalam kehidupan sehari-hari kita pasti menerapkan :

  • Kejujuran : dalam kehidupan manusia kita dituntut harus bertindak dan berbicara dengan jujur 
  • Disiplin : manusia pasti ada yang menerapkan hidup dengan disiplin waktu agar konsisten dalam kehidupan
  • Tanggung jawab : manusia harus memiliki tanggung jawab ketika melakukan suatu tindakan yang diakibatkan olehnya.

Kriminologi adalah tentang kejahatan yang dilakukan oleh manusia, dan  ini bisa dikaitkan dengan etika. Sebab, kejahatan bisa timbul dari perbuatan dan perbuatan manusia. Kejahatan etis harus melibatkan tanggung jawab, karakter, dan kontroversi. Melakukan penyidikan juga memerlukan penerapan nilai etika atau moral untuk menyelidiki alasan pelaku, keinginan  melakukan kejahatan, dan cara orang tersebut bertindak. 

Ada pemeriksa medis dalam mengidentifikasi penjahat. Tujuan seorang ilmuwan forensik adalah untuk mengidentifikasi pelaku/korban suatu kejahatan untuk menentukan motif kejahatannya dan memberikan bukti-bukti untuk menentukan hukum pidana. Hal ini relevan dengan etika, karena ilmuwan forensik juga bertanggung jawab untuk memperoleh hasil yang mengidentifikasi pelaku/korban kejahatan. Juga, masyarakat harus memperhatikan rambu lalu lintas dalam kehidupan sehari-hari. Ini juga merupakan bentuk etika pidana, karena pelanggarannya ada hukum pidananya.

Daftar Pustaka :

Mabruri Pudyas, S. (12 Desember 2023) “ Memahami Etika dan Fungsinya, Ketahui Manfaat, Macam, dan Contoh Implementasinya di Era Digital“ https://www.liputan6.com/hot/read/5478829/memahami-etika-dan-fungsinya-ketahui-manfaat-macam-dan-contoh-implementasinya-di-era-digital#:

Sri Rahayu, Wilujeng. Filsafat Ilmu Budaya Universitas Diponegoro “ Filsafat, Etika, dan Ilmu : Upaya Memahami Hakikat Ilmu dalam Konteks Keindonesiann” 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

HUBUNGAN FILSAFAT DAN ETIKA PADA MANUSIA MELIHAT FAKTOR KRIMINOLOGI

Kam Mei 9 , 2024
OPINI 09-05-2024 Oleh: ZEFANYA EVANDIE RIFAI Universitas Budi Luhur PENDAHULUAN Kehidupan sehari-hari manusia melakukan sebuah aktivitas dengan sikap maupun pribadi yang matang agar dari hal ini pada pandangan orang lain sangat begitu baik dan enak terlihat. Salah satu resiko yang di hadapi atas masalah filsafat ini sendiri mempunyai ranah ilmu […]
businesspeople talking

You May Like